- Waktu tanam yang tepat adalah pada akhir musim hujan (bulan April - Juni). Jika lahan memiliki sumber air dan irigasi yang baik, kentang dapat di tanam pada musim kemarau. Hindari penanaman kentang pada musim hujan karena tingkat penyebaran penyakit pada tanaman kentang relatif tinggi.
- Lakukan penanaman kentang pada pagi atau sore hari saat intensitas cahaya matahari tidak terlalu tinggi. Hindari penanaman pada siang hari karena beresiko menyebabkan bibit stress dan layu.
- Tanam biit dengan cara memasukannya ke dalam lubang.
- Tutup lubang tanam dengan tanah.
- Lakukan pengairan menggunakan sistem leb (penggenangan selokan selama 10 sampai 15 menit) setiap seminggu sekali.
- Pada 15 hari setelah tanam, lakukan pengamatan terhadap bibit yang tumbuh. Segera sulam bibit yang mati dengan bibit sulaman. Bibit sulam biasanya disiapkan bersamaan dengan bibit produksi.
- Pada 15 sampai 30 hari setelah tanam dan 35 sampai 40 hari setelah tanam, lakukan pembumbuman dengan mencangkul tanah diantara bandengan untuk menjaga umbi tetap tertutup tanah.
- Siangi gulma yang tumbuh disekitar tanaman pada 2 sampai 3 hari sebelum pemupukan.
- Lakukan pemupukan tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, dan tepat cara.
- Lakukan pemangkasan bunga agar pertumbuhan umbi tidak terganggu.
- Amati pertumbuhan tanaman kentang secara rutin. Jika ada tanaman yang terserang penyakit, musnahkan dengan cara dicabut dan dibakar agar tidak menular ke tanaman lain. Beberapa gejala penyakit yang sering menyerang tanaman kentang diantaranya busuk, layu, daun menggulung, berbentuk kerdil, dan berwarna kuning belang kehijauan.
- Lakukan pengendalian hama. Pengendalian dapat berupa penyiangan gulma, memusnahkan hama yang terlihat, memasang perangkap serangga, dan menggunakan pestisida. Jika serangan melampaui ambang batas ekonomi, segera kendalikan dengan cara memberikan pestisida sesuai dengan jenis hama dan penyakit yang menyerang.
Demikian tips penanaman dan pemeliharaan tanaman kentang yang dapat kami share, semoga bermanfaat.









