SupplierSayur.Com - Bosan jadi karyawan? mau coba usaha, tapi usaha apa, bingung engga punya inspirasi ataupun ide? mungkin analisa usaha kentang ini dapat menjadi referensi untuk saudara yang ingin memulai usaha sendiri. Seperti yang kita ketahui kentang adalah salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dan bisa menjadi berbagai varian makanan, untuk makanan rumah tangga, restaurant, cafe, dan lain sebagainya.
Di pasaran kentang juga memiliki rating yang bagus dan prospek yang menjanjikan, pasalnya daya beli masyarakat dan perusahaan begitu tinggi, karena memang kentang adalah bisa di jadikan bahan baku segala jenis makanan pokok maupun makanan ringan. Jadi tidak ada salahnya kalau jika mulai usaha budidaya kentang sekarang dan simak dengan seksama analisa usaha nya sebagai berikut:
a. Asumsi
- Lahan yang digunakan seluas 5.000 m² dengan sistem sewa Rp 700.000/bulan.
- Periode perhitungan analisis usaha dilakukan setiap lima bulan.
- Pendapatan dalam satu periode di asumsikan berdasarkan penjualan produksi atau panen kentang dan penjualan bibit kentang. Panen kentang dalam satu periode sebanyak 13.000 kg dengan harga jual Rp 4.500/kg. Sementara itu, bibit kentang yang dapat terjual sebanyak 2.000 kg dengan asumsi harga jual Rp 9.000/kg.
b. Perhitungan Biaya
- Biaya Invetasi
- Biaya Tetap
- Biaya Variabel
Keterangan: HKP = Hari Kerja Pria (8jam sehari)
- Total biaya operasional per periode
Total biaya operasional = Total biaya tetap + total biaya variabel
= Rp 4.183.681 + Rp 39.001.900
= Rp 43.185.581
c. Pendapatan Dan Keuntungan
- Pendapatan per periode
Pendaparan = Jumlah terjual x harga kentang
Pendapatan hasil penjualan panen = 13.000 kg x Rp 4.500/kg = Rp 58.500.000
Pendapatan hasil bibit kentang = 2.000 kg x Rp 9.000/kg = Rp 18.000.000
Total pendapatan = Rp 58.500.000 + Rp 18.000.000
Total pendapatan = Rp 76.500.000
- Keuntungan per periode
Keuntungan = Pendapatan - Total biaya operasional
= Rp 76.500.000 - Rp 43.185.581
= Rp 33.314.419
d. Kelayakan Usaha
- R/C Rasio
Rasio R/C = Pendapatan - Total biaya operasional
= Rp 76.500.000 - Rp 43.185.581
= 1,77
R/C lebih dari satu artinya usaha budidaya kentang layak dijalankan. R/C 1,77 artinya setiap penambahan modal sebesar Rp 1 akan memberikan pendapatan sebesar Rp 1,77.
- Pay back period
Pay back period = (Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
= (Rp 2.245.000 : Rp 33.314.419) x 1 bulan
= 0,06 bulan
Artinya, titik balik modal usaha budidaya kentang dapat dicapai kurang dari satu bulan (0,06 bulan)
Demikian analisa usaha budidaya kentang yang dapat kami share,semoga bisa di jadikan sebagai bahan referensi. Untuk setiap resiko usaha yang dihadapi adalah di luar tanggung jawab kami, tergantung dengan aktual operasional yang dilakukan. Selamat berwira usaha, semoga saudara sukses selalu.
Untuk informasi pemesanan pasokan sayur mayur, rempah dan buah silahkan akses melalui menu hubungi kami.





