SupplierSayur.com - Berikut ini beberapa rahasia tentang persiapa bertanam bayam yang baik yang akan kami kemas dalam sebuah artikel yang berjudul persiapan benih, pupuk, dan peralatan budidaya bayam. Dalam bertanam bayam ada hal - hal penting yang harus di perhatikan terutama pada tahap persiapan, jika persiapan gagal maka sudah pasti hasil yang akan di dapatkan nya pun akan gagal.
Dan berikut ini adalah beberapa point persiapan benih, pupuk, dan peralatan budidaya bayam yang dapat menjadi refereensi saudara khusunya yang baru mulai akan bercocok tanam bayam:
Persiapan Benih, Pupuk, dan Peralatan Budidaya Bayam
- Siapkan benih bayam bersertifikan dan sesuai dengan kondisi iklim setempat.
- Siapkan pupup kompos dengan dosis 3 ton/ha atau 150 kg untuk luas lahan 500 m².
- Siapkan pupuk urea, SP-36, dan KCI. Jika pH terlalu asam, tambahkan kapur pertanian dengan dosis 1 ton/ha atau 20 kg untuk luas lahan 500 m².
- Siapkan alat pertanian seperti cangkul, garu, kored, ember, dan gembor.
- Siapkan alat panen berupa, keranjang panen, timbangan, pisau, dan tali rafia.
Persiapan Lahan yang Tepat
- Siapkan lahan sesuai syarat tumbuh bayam seluas 500 m². Berikut beberapa syarat lokasi agar bayam dapat tumbuh optimal: Tipe tanah lempung - lempung berpasir, gembur, subur, dan mengandung bahan organik dengan pH optimum 6.0 - 6.5. Memiliki saluran irigasi dan drainase yang baik, memiliki curah hujan yang cukup, serta berada di ketinggian 100 - 1.000 meter dpl.
- Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman lainnya.
- Jika PH tanah kurang dari lima, tambahkan kapur pertanian minimum satu ton/ha atau 20 kg/500 m².
- Lakukan pengolahan lahan dengan cara membajak dan mencangkul lahan untuk membalikkan tanah agar menjadi lebih gembur.
- Buat plot dengan ukurn 5 x 5 meter sebanyak 20 buah, Satu plot terdiri dari empat bendengan dengan ukuran 4.5 meter, lebar 1 meter, dan tinggi 20 - 25 cm. Sementara itu, jarak antar bendengan 20 cm.
- Lakukan pemupukan dasar dengan pupuk kandang sebanyak 150 kg/500 m² atau 3 ton/ha minimum tiga hari sebelum penanaman.
Penanaman dan Pemeliharaan
- Periode penanaman dilakukan per minggu sebanyak 5 plot. Artinya dalam satu bulan jumlah yang di tanami sebanyak 20 plot.
- Sebelum benih di tanam, siram lahan agar lembab, sehingga benih dapat tumbuh optimal.
- Buat alur tanam memanjang dengan kedalaman 1.5 - 2 cm menggunakan sebilah bambu. Setiap bedeng di bagi menjadi ima baris tanam dengan jarak antar baris 20 cm.
- Tebarkan benih yang telah di campur abu dengan perbandingan 2 : 1 untuk abu dan benih di setiap alur tanam.
- Setelah benih di tanam, buat alur di antara baris tanaman. Setelah itu, taburkan pupuk yang telah di campur sesuai dengan dosis. Pada awal penanaman, berikan pupuk urea sebanyak 20%, SP-36 sebanyak 100%, dan KCI sebanyak 50% dari dosis yang di anjurkan.Sisa pupuk lainya diberikan pada umur 15 hari setelah tanam (HST) dengan cara pemberian yang sama.
- Tutup alur benih dan aur pupuk menggunakan tanah.
- Lakukan penyiraman secara teratur. Sebelum benih tumbuh, penyiraman sebaiknya dilakukan dengan sistem irigasi melalui selokan agar benih tidak terbawa air.
- Pada umur 11 - 15 hari setelah tanam, bersihkan gulma yang tumbuh di bedengan.
- Lakukan penjarangan apabila bayam tumbuh terlalu rapat.
- Lakukan pemupukan tambahan menggunakan pupuk NPK dengan cara dikocorkan. Caranya larutkan 200 gram pupuk/plot kedalam 10 liter air, lalu siram dibagian pangkal tanaman. Usahakan larutan pupuk tidak mengenai daun. Aplikasi ini dilakukan pada saat tanaman berumur 14 hari setelah tanam dan 21 hari setelah tanam.
- Lakukan penganmatan terhadap serangan hama. Jika diperlukan, pasang perangkap serannga untuk membasmi hama.
Sekian persiapan untuk bertani bayam, baca juga artikel tips saat panen dan pasca panen bayam.
Untuk informasi order sayuran silahkan akses menu hubungi kami, terimakasih.
Untuk informasi order sayuran silahkan akses menu hubungi kami, terimakasih.


